243 Akun Penyebar Hoaks Di-Take Down

JawaPos.com – Polda Jatim men-take down 243 akun media sosial penyebar hoaks terkait insiden di Asrama Papua Surabaya. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, langkah itu dilakukan sejak beredarnya isu hoaks mengenai kisruh di Surabaya dan Malang. Dalam konten di media sosial, banyak kesimpangsiuran berita.
“Kami berkoordinasi dengan Kominfo dan Mabes Polri. Kami lakukan hal itu agar hoaks tidak meluas dan membuat kekacauan,” ucapnya.

Jenderal dua bintang tersebut menyatakan, isu yang diembuskan 243 akun tersebut bisa memperparah keadaan. Misalnya, ada yang memberitakan tentang meninggalnya korban dari kekacauan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Ada pula yang menyebar informasi bahwa polisi bertindak represif saat menyelamatkan 43 mahasiswa Papua di Surabaya. Ada juga isu tentang penangkapan mahasiswa Papua.

“Semuanya tidak benar. Kami mengamankan untuk menyelamatkan mereka dari massa yang berkumpul saat itu. Maka itu, hal tersebut perlu dijelaskan. Dan, langkah ini sudah dilakukan,” ucapnya.

Pada bagian lain, rombongan anggota DPR mengunjungi asrama mahasiswa Papua Kamasan III, Jalan Kalasan, Surabaya, kemarin. Para wakil rakyat itu tiba di lokasi sekitar pukul 11.30. Namun, di depan pagar utama asrama terpasang spanduk bertulisan: Siapa pun yang datang kami tolak.



Awalnya dua anggota DPR asal Papua dan Papua Barat, Willem Wandik dan Jimmy Demianus Ijie, tetap berupaya menemui para mahasiswa itu. Panggilan halus coba dilontarkan. Namun, tidak ada yang merespons.