Awasi Janji KPK atas Setnov

Tentu saja itu membuat deg-degan lagi. Meski sudah terjepit dan permintaan perlindungan ditolak sana-sini, Setnov dikhawatirkan masih punya sisa-sisa kesaktian. Apalagi, niatnya untuk lempar handuk dari mempertahankan posisi sebagai ketua umum Golkar dan ketua DPR belum juga dilakukan. Pertanda masih ada upaya Setnov sekuat tenaga mempertahankan posisi nyamannya selama ini.

Tentu saja itu bukan kabar melegakan lagi. Ungkapan Saut pantas segera dibuktikan dengan pelimpahan berkas Setnov untuk penuntutan. Jangan sampai ungkapan tersebut hanya basa-basi. Sebab, banyak orang makin geram dengan upaya berkelit Setnov. Kalau berkas dakwaannya benar-benar dilimpahkan, tentu publik bisa melihat pemeriksaan yang lebih komprehensif atas perkara yang membuang-buang energi bangsa itu.

Jangan sampai KPK gampang membuat janji dan harapan. Kalau itu tak terbukti, akibatnya jelas, kredibilitas KPK bisa turun. Rakyat sudah kenyang dengan janji, termasuk janji pemberantasan korupsi, tetapi tak semuanya bisa benar-benar dipenuhi. Tak bisa tidak, KPK harus secepat-cepatnya menyalip manuver pihak Setnov yang menjengkelkan itu.

Ingat, KPK masih punya banyak pekerjaan untuk benar-benar menuntaskan kasus korupsi ”gajah bengkak” e-KTP ini. Pemberesan terhadap Setnov harus segera disusul penuntasan nama-nama yang telanjur disebut dalam dakwaan KPK sebagai penerima aliran ”orgi korupsi” Rp 2,3 triliun itu. Meski, Setnov diyakini sebagai pemain utama, tapi didukung para pemain lain. Hancurkan mereka!




(*)