Bahasa Tya Ariestya – DI’s Way

Dari postingan Tya Ariestya yang telah saya baca terdapat beberapa kesalahan yang tidak berdasarkan kaidah penulisan Bahasa Indonesia. Sebelum memulai membedah unsur kebahasan postingan kakak Tya Ariestya. Pertama,saya ingin memohon maaf kepada kakak Tya dan seluruh pengemarnya. Tulisan ini hanya sebagai pembelajaran bukan untuk panjat sosial maupun untuk mencari gara-gara.

Kedua, saya memohon maaf kepada seluruh pembaca DI’s Way. Latar belakang saya mengulas postingan ini hanya untuk mengikuti lomba. saya bukan ahli Bahasa, bukan seorang editor ataupun seorang penulis.

Oke, Tidak berpanjang lebar kalimat, saya akan memulai mengulas postingan berikut.

Demi sehat MRI, MRA, EKG, check (kata check seharusya check digaris miring karena merupakan bahasa asing) fungsi ginjal, gula darah, kolesterol & teman temannya Make sure everything is undercontrol (kata make sure everything is undercontrol seharusnya make sure everything is undercontrol digaris miring karena merupakan Bahasa asing) di dalem dalem (kata di dalem dalem seharusnya didalam-dalam digabung karena tidak menyatakan tempat atau keterangan dan juga membutuhkan kalimat hubung serta kata dalem kata yang tidak baku) sedalem dalem nya (kata dalem nya seharusya dalam-nya karena membutuhkan kata hubung dan juga kata dalem kata yang tidak baku ).



Ini asliii (kata asliii seharusnya asli huruf “i” hanya ada satu tidak boleh digandakan), pengalaman pertama aku Medical Check up (kata Medical check up seharusnya Medicalcheck up digaris miring karena Bahasa asing) didorong dari kejadian mama aku yg (kata yg seharusnya yang tidak boleh disingkat) kena (kata kena sharusnya terkena karena kata kena bukan kata baku) Tumor Otak tanpa tanda2 (kata tanda2 seharusnya tanda-tanda karena harus memiliki tanda hubung) atau sakit apapun sebelumnya (kurang tanda baca titik diakhir paragaf)

Akhirnya kita putusin kita harus check up! Demi kita! Demi orangtua (kata Demi seharusnya demi tidak mengunakan huruf kapital) yg (kata yg seharusnya yang tidak boleh disingkat) harus kita rawat! Demi anak2 (kata anak2 seharunya anak-anak karena membutuhkan kata hubung) kita yg harus punya orangtua (kata orangtua seharusnya orang tua dipisah) yg (kata yg seharusnya yang tidak boleh disingkat) sehat supaya bs (kata bs seharunya bisa tidak boleh disingkat) ngelindungin (kata ngelindungi seharusnya melindungi) mereka!

Asli, difoto ini aku lg ( kata lg seharusnya lagi tidak boleh disingkat ) nenangin ayah yg ( kata yg seharusnya yang tidak boleh disingkat ) punya claustrophobia (kata claustrophobia seharusnya claustrophobia digaris miring karena merupakan Bahasa ilmiah ). Semua yg (kata yg seharusnya yang tidak boleh disingkat) sempit2! ( kata sempit2 seharusnya sempit-sempit karena membutuhkan tanda hubung ) Dan harus check MRI masuk ke tabung itu selama 30-40menit ( kata menit seharusnya dipisah ) utk ( kata utk seharusnya untuk ) cek keadaan kepala kita semua baik2!

Alhamdulillah ayah bisa!

Terlepas aku mesti bener2 (kata bener2 seharusnya benar-benar) kasih liat mata aku di kaca terus ngeliatin ayah, dan jari2 (kata jari2 seharusnya jari-jari) kakinya harus aku usap2 (kata usap2 seharusnya usap-usap) utk make sure everything’s ( kata make sure everything’s
seharusnya make sure everything’s) ok !

Se takut (kata se takut seharusnya se-takut) itu emang dia klo (kata klo seharusnya kalau) udah urusan ruangan2 kecil!

Alhamdulillah kmaren (kata kmaren seharusnya kemarin) hasilnya semuanya oke, dalam batas normal, Dan (kata Dan seharusnya dan) tetep harus maintain (kata maintain seharusnya maintain) hidup sehat biar terus prima! Kece! Dan bermanfaat utk (kata utk seharusnya untuk) orang lain (kurang tanda titik diakhir paragaf)

Buat yg (kata yg seharusnya yang) nanya, ini aku MCU dmn? (kata dmn seharusnya dimana) Di Indonesia aja, gak usah jauh2, (kata jauh2 seharusnya jauh-jauh) harganya sama aja!

Kualitasnya gak kalah bagus! Ini alat mri-mra nya (kata mri-mra seharusnya MRI, MRA-nya) aku cari yg 3tesla (kata 3tesla seharusnya 3 tesla ), lh besar, lbh cepet & lbh canggih (kata lh seharusnya lah dan kata lbh seharusnya lebih)

Buat yg nanya brp biaya nya (kata brp biaya nya seharusnya berapa biaya-nya) variatif bgt bs (kata bgt bs seharusnya banget bisa) ambil sesuai kebutuhan, klo (kata klo seharusnya kalau) mau yg paling lengkap kmaren (kata kmaren seharusnya kemarin) 8.3jt/org (8.3jt/org seharusnya 8.3 juta per-orang) udah dpt semua banyak bgt, dokternya aja banyak bgt (kata bgt seharusnya banget)

Dan utk maintain nya kayaknya gak perlu 1thn sekali buat yg kayak gini klo gak ada keluhan, paling tinggal rutin check darah aja ke lab buat check up (kata check up seharunya checkup) rutin nya kemudian (kata rutin nya seharusnya rutin-nya)

Tetep hidup sehat yaaaa (yaaa seharusnya ya tidak boleh mengadakan kata) semua.

Menurut saya, saat ini banyak kata/penulisan selebgram yang tidak mengunakan kaidah Bahasa Indonesia yang benar seperti mengandakan kalimat, menggunakan Bahasa asing, campur kode, menyingkat ejaan kata dan sebagainya.

Sebagai bangsa Indonesia kita harus mencintai Bahasa kita, seperti slogam “utamakan Bahasa indonesia, lestarikan Bahasa jawa, kuasai Bahasa asing.” Sekian dari saya terimah kasih.(Tia Azizahtul Khotimah).