Home Disway - Dahlan Iskan

Disway - Dahlan Iskan

Hanoman Sikh – DI’s Way

Saya terkecoh. Salah sangka.    Awalnya saya terheran-heran. Begitu banyak masjid di Punjab, India ini. Terlihat dari menara-menara tingginya. Dan kubah-kubahnya.   Seperti lagi mengendarai mobil di Lombok saja. Sebentar-sebentar melihat bangunan masjid.   Begitu banyak masjid di Punjab?   Ups....    Ternyata semua itu bukan masjid.    Itu disebut gurdwara. Artinya: pintu menuju Guru.    Disebut juga Harmandir Sahib - -baitullah, rumah...

Dijual Tidak – DI’s Way

Apakah Indonesia tetap perlu punya pabrik baja? Atau tidak? Bagaimana kalau pabrik bajanya rugi terus? Biasa. Jual-tidak-jual-tidak. Selalu banyak teori. Dua di antaranya saling bertolak belakang. Pihak yang mempertahankan biasanya punya alasan kuat: negara tidak bisa maju kalau tidak punya pabrik baja. Tesis ini benar kalau kita melihat Amerika, Inggris, Perancis, Jepang...

Mu’min Mantu – DI’s Way

Sudah tiga tahun saya tidak menghadiri pesta perkawinan besar. Sudah lupa pula kapan terakhir mengenakan dress code tuksedo dan black tie.    "Kali ini jangan sampai tidak hadir," pesan tuan rumah kepada saya. Ia tahu saya sudah kurang stress sekarang.   Ia memang mantu pekan lalu. Tepatnya mantu untuk perkawinan cucunya.   Waktu ia mantu...

Tumpang Bawang – DI’s Way

Aktivis pemuda ini sekarang tanam bawang.   Dari rapat ke rapat pindah ke cangkul-mencangkul.   Dari kantor pusat di Jakarta ke atas gunung di pedalaman Malang Selatan.   Ia aktivis yang akhirnya mampu melihat peluang bisnis.   Ia bisa melihat sisi bisnis dari sebuah kebijakan baru pemerintah.   Yakni kebijakan bagus peninggalan kabinet Presiden Jokowi periode pertama: importir bawang...

Pajak Rajapaksa – DI’s Way

Begitu mendarat di Sri Lanka saya ingat Buddha. Saya pernah dua kali dianggap Buddha dan Buddhis.   Buddha telah membuat saya lancar masuk ke Sri Lanka. Antrian visa on arrival Jumat lalu itu panjang. Di belakang petugas ada tulisan USD 40. Untuk sekali masuk negara itu.   Saya pun tahu cara untuk lancar....

Presiden Letkol  – DI’s Way

  "Selamat ya, dapat presiden baru," kata saya.   "Belum tahu apakah lebih baik," jawabnya.   Itulah kalimat pertama yang saya ucapkan begitu keluar bandara Colombo, Sri Lanka. Sabtu kemarin.   Dan begitulah jawab yang membawa saya dengan mobil Toyota barunya.   Hari itu 13 hari sudah umur kepresidenannya. Ia seorang Letkol yang pensiun muda.   Sang Letkol --hanya satu...

Anies Betepe – DI’s Way

BTP harus bertemu Anies.    Ups, salah.    Anies harus bertemu BTP.   Ups, salah juga.   Gak tahulah. Pokoknya dua orang itu harus bertemu. Untuk meredakan ketegangan. Terutama di antara pendukung mereka yang belum juga bisa move on.   Pilkada sudah dua tahun berlalu. Kebencian masih begitu dalam.   Apa pun yang dilakukan Anies salah.    Apa pun yang dilakukan Ahok salah.   Siapa...

Misteri Tetap – DI’s Way

Caleg muda pun banyak terpilih. Pun yang foto kampanyenya hanya pakai kaus suporter sepak bola. Mengalahkan yang lebih tua. Yang fotonya pakai jas dan dasi.   Selebaran kampanye mereka pun hanya ditulis tangan. Mengalahkan yang didesain sangat profesional.    Hongkong mendadak berubah. Masuk ke dalam suasana pesta. Bergeloralah di dalam hati mereka. Gerakan...
Tidak ada lagi orang seperti Ciputra. Yang meninggal dunia di Singapura 27 Nopember lalu. Di usia beliau yang 88 tahun.   Dan tidak akan ada lagi.   Tidak akan ada orang yang berjuang keras untuk memajukan sebuah perusahaan daerah --lalu mendapat penghargaan besar seperti beliau.   Termasuk mendapat saham --biar pun kecil.   Zaman sudah berubah.   Jangankan penghargaan....
Dahlan Iskan belajar bisnis kepada mendiang Eric Samola. Eric dididik mendiang Ir. Ciputra sehingga menjadi pengusaha handal. Di DI’s Way edisi besok, Jumat (29/11), Dahlan secara khusus akan mengisahkan perjalanan bisnis ”kakek gurunya" tersebut. Sebagai ”cucu” ada banyak tulisan Dahlan Iskan tentang sosok maupun peninggalan Ciputra. Termasuk yang berjudul ”Kiai...