E-Commerce yang Mencipta Banyak Pemenang

Tentu saja gelombang e-commerce tidak bisa dibendung. Memang pasti ada yang limbung. Itulah mereka-mereka yang tak mampu menyesuaikan diri dengan tanda-tanda zaman. Sementara itu, ada banyak lainnya yang justru menangguk untung.

Karakter ekonomi digital yang membuka pasar seluas-luasnya membuat siapa pun bisa bermain. E-commerce yang mampu memangkas mata rantai distribusi konvensional nan panjang merupakan jaminan bagi perdagangan yang lebih efisien. Maka kita bisa menyaksikan gelombang ibu rumah tangga yang mampu menjajakan dagangannya di media sosial. Juga usaha kecil yang melesat setelah memanfaatkan marketplace.

Ekosistem digital itu akan makin dewasa ketika ditunjang sistem pembayaran yang aman dan tepercaya. Dipadu dengan inovasi teknologi di bidang finansial, semua itu menjadi mungkin. Adanya financial technology (fintech) telah mempermudah konsumen berbelanja secara online. Perbankan pun, tampaknya, juga telah menyerah. Pilihannya adalah turut mengembangkan atau sekalian saja merangkul fintech.

Pertanyaan kritisnya, apakah ke depan kita hanya akan menjadi pasar ataukah bisa turut menjadi pemain dalam ekosistem digital secara global? E-commerce memang membuat barang-barang impor lebih mudah diakses konsumen. Hal itu menimbulkan kekhawatiran apakah produk dalam negeri bakal mampu bersaing.



Meski demikian, sebagaimana perdebatan tentang globalisasi yang menjadi bahasan beberapa dekade lalu, ekonomi digital juga menghasilkan dua dampak yang bersinggungan. Ada yang tergilas kalah. Namun, akan ada lebih banyak yang merengkuh kemenangan.


(*)