Harus Siap Bertransformasi

Dia mengomentari masuknya teknologi informasi ke dalam perekonomian. Yang dimaksud Menkeu tentu saja fenomena Bitcoin (mata uang dunia maya) dan fintech, baik yang berupa peer-to-peer lending maupun crowdsourcing.

Padahal, sekarang ini fintech belum ada apa-apanya. Di Tiongkok memang sudah menjadi gaya hidup (di sana seseorang sangat mungkin berbelanja dan beraktivitas seharian tanpa uang cash). Namun, diperkirakan fintech mendominasi dan menjadi platform utama pada 2020.

Semua ini tentu saja menjadi lampu kuning bagi perbankan. Seperti yang diungkapkan Direktur PT BCA Suwignyo Budiman bahwa terjadi perubahan drastis perilaku nasabah. Per September 2017, total ada sekitar 20 juta transaksi. Dari jumlah itu, hanya 3 persen yang datang ke kantor cabang dan hanya 33 persen yang pergi ke ATM. Sisanya memilih internet banking dan M-banking.

Dunia memang berubah dan sering kali perusahaan konvensional gagap meresponsnya. Dulu, ketika muncul ojek online, banyak yang bilang tidak akan mengganggu taksi konvensional. Faktanya, terjadi protes dari taksi konvensional hingga belakangan taksi konvensional pun mengintegrasikan diri (Blue Bird dengan Go-Jek).



Dulu, ketika situs belanja online muncul, perusahaan-perusahaan ritel besar menganggapnya sebelah mata. Faktanya sekarang, kita melihat satu demi satu perusahaan ritel rontok, sementara para marketplace makin raksasa. Seperti Ali Baba dan Amazon.

Yang terbaru sekarang, gelombang perubahan yang dibawa teknologi informasi mengarah tepat ke jantung ekonomi: perbankan. Fakta absolutnya, perbankan memang harus berubah dalam menanggapi perubahan ini. Jika tak ingin terjadi kekacauan regulasi seperti taksi online. Namun, yang jadi pertanyaan, apakah perbankan tahu harus berubah seperti apa? Menginvestasikan dalam hal apa? Dan apakah investasinya tepat?

Selain itu, yang tak kalah penting adalah respons pemerintah. Siapkah OJK mengantisipasi perkembangan terbaru ini? Jika Bitcoin masuk, sejauh manakah kewenangan BI? Untunglah, Sri Mulyani memahami hal ini dan mau belajar kepada pelaku bisnis digital.


(*)