Jangan Ada Kasus Gaji Tertunggak

JawaPos.com – Liga 1 bergulir hari ini. Jadwal liga akan sangat padat. Namun, untung tak ada masalah serius yang mampir ke APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia).

Para pemain bis­a fokus untuk bermain di laga pembuka. Tanpa memikirkan kendala yang menghambat untuk bermain.

Kasta teratas sih memang tidak ada masalah. Namun, masih ada problem serius yang datang ke APPI. Kali ini dari tim Liga 2 Sriwijaya FC. Tim yang pernah saya bela itu masih menunggak gaji pemainnya. Tidak hanya satu atau dua, tapi 28! Ya, ada 28 pemain yang gajinya belum dibayar sejak musim lalu.

Memang, Sriwijaya FC adalah tim Liga 2. Namun, gaji yang ter­tunggak itu terjadi saat mereka berlaga di kompetisi teratas: Liga 1 2018.



Mari berkaca pada kejadian yang menimpa Sriwijaya FC. Memang, saat ini belum ada laporan serius dari pemain di Liga 1 musim 2019. Namun, pada akhir musim, semua bisa saja terjadi. Bukan meng­harapkan. Hanya meminta agar pemain lebih waspada.

Kasus gaji yang tidak dibayar adalah masalah serius. Apalagi kalau pemain tidak ingat soal kontrak. Sebab, kebanyakan pemain di Indonesia memang tidak memegang salinan kontrak dengan klub. Kondisi yang sangat merugikan para pemain.

Padahal, kedua pihak harus sama-sama memegang kontrak meski untuk pemain hanya berupa salinan. Namun, salinan itu bisa menjadi sangat penting. Kalau gajinya tak dibayar, pemain bisa membaca ulang isi kontrak. Kemudian melapor ke pihak berwajib. Atau melapor ke APPI. Kami pasti siap membantu.

Namun, para pemain tidak perlu khawatir. Kami bersama PSSI tengah berupaya membentuk National Dispute Resolution Chamber (NDRC). Nah, NDRC nanti berperan sebagai penengah seng­keta antara klub dan pemain.

Jadi, tidak perlu lagi masalah gaji sampai menjurus ke ranah pengadilan. Terlalu jauh. Toh, pemain juga masih butuh men­jaga hubu­ngan baik dengan klub. Semoga NDRC segera teruwjud. Namun, saya ber­harap semoga ke depan tidak ada kasus seperti ini lagi.

*) Disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos Bagus Putra Pamungkas