Kecelakaan Atraksi Sulap

Meski Demian sukses berdiri di tengah penonton, aksi tersebut memakan korban seorang stuntman, Edison Wardhana. Dia dikabarkan kritis meski kemarin kondisinya mulai membaik. Demian tampak pucat saat berdiri di panggung meski terus tersenyum.

Belum ada penjelasan resmi dari semua pihak. Baik dari Demian, pihak keluarga Edison, maupun panitia penyelenggara. Semuanya bungkam. Keterangan soal ini justru banyak diperoleh dari akun-akun gosip di medsos. Mereka mendapatkan cerita dari sumber anonim dan mengumpulkan posting-an keluarga terdekat atau teman dekat di medsos, lalu menyimpulkan sendiri.

Inilah yang kemudian menjadi persoalan. Kecelakaan di sebuah panggung terbuka yang disaksikan publik seharusnya dengan cepat dijelaskan secara gamblang. Pernyataan Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono yang banyak dikutip menyebutkan bahwa pihaknya belum mendapat laporan.

Hal ini menggelikan. Sebab, peristiwa tersebut bukan delik aduan. Polisi harus cepat melakukan penyelidikan dan hasilnya segera diumumkan ke publik secara transparan. Tujuannya, bukan untuk mematikan industri showbiz, melainkan untuk mencegah hal serupa terjadi.



Sementara itu, Demian harus bisa menjelaskan dari awal bagaimana dirinya menyiapkan pengamanan aksi-aksi berbahayanya. Sejauh ini, tidak ada lembaga yang menetapkan dan mengecek standar keamanan aksi berbahaya yang digunakan untuk kepentingan komersial. Semua bergantung pada pelaku aksinya sendiri. Ini berbahaya. Sebab, potensi kembali terjadinya hal mengerikan ini menjadi sangat besar.

Karena itu, seharusnya ada pengusutan tuntas terhadap kecelakaan ini secara profesional dan proporsional. Industri showbiz harus tetap jalan, tetapi juga mesti memperhatikan faktor keamanan dengan lebih baik.


(*)