LINGUA: Rekonsiliasi

JawaPos.com – Ada  tiga kata kunci yang menarik diulas karena memiliki kaitan erat. Mereka adalah perbedaan, pemulihan hubungan, dan persahabatan.

Perbedaan mengiringi penciptaan alam semesta, termasuk manusia, dan karena itu merupakan suatu keniscayaan hidup.

Sebab, Tuhan tidak akan menciptakan dunia kecuali dalam perbedaan. Maka, menghilangkan perbedaan tampak seakan mencederai kodrat Ilahi.

Bahwa perbedaan pasti diiringi keberagaman kepentingan, itu adalah sesuatu yang wajar. Maka, gesekan kepentingan sebagai konsekuensi logis dari adanya perbedaan juga bisa dipahami. Tapi, gesekan kepentingan akibat perbedaan tidak boleh memutus hubungan silaturahmi. Karena itu, upaya pemulihan hubungan menjadi penyempurna kemanusiaan.



Apalagi, tidak ada satu pun individu manusia yang lahir, tumbuh, dan berkembang di atas dirinya sendiri. Di situlah persahabatan menjadi bagian dari perkembangan kemanusiaan.

Gabungan tiga kata kunci yang meliputi perbedaan, pemulihan hubungan, dan persahabatan di atas merupakan substansi dasar dari kata yang kini terasa begitu dibutuhkan bagi bangsa ini: rekonsiliasi.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan makna kata rekonsiliasi sebagai berikut: perbuatan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula; perbuatan menyelesaikan perbedaan.

Pemaknaan kata rekonsiliasi dalam bahasa Indonesia memiliki kesamaan substantif dengan pemaknaan serupa dalam bahasa lainnya. Sebut saja bahasa Inggis dan Arab. Apalagi, kata rekonsiliasi dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, reconciliation.

Berbagai kamus bahasa Inggris memberikan makna kata reconciliation dengan rangkaian substansi dasar serupa. Di antaranya dengan dua substansi. Pertama adalah the restoration of friendly relations (perbaikan hubungan pertemanan). Kedua adalah the action of making one view or belief compatible with another (tindakan membuat sebuah pandangan atau keyakinan/cocok selaras dengan yang lain).

Menurut Hans Wehr dalam karyanya A Dictionary of Modern Written Arabic (1974: 522-523), kata reconciliation dalam bahasa Inggis atau rekonsiliasi dalam bahasa Indonesia berpadanan dengan kata islah dalam bahasa Arab. (*)

*) Guru Besar dan Dekan FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya; Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur