Menata Kota = Menata Kabel, Kabel Semrawut, Berarti…

Hope 313 oleh Kurniawan Muhammad

Mungkin judul di atas agak provokatif. Tapi, bukankah kota-kota di negara lain yang penataannya bagus, tidak akan dijumpai kabel-kabel bergelantungan yang pating crentel alias semrawut? Lihat saja Singapura. Atau Kuala Lumpur. Atau Tokyo. Tidak ada di kota-kota itu pemandangan kabel-kabel bergelantungan. Tidak ada pemandangan kabel-kabel tak beraturan yang digantung di tiang-tiang di pinggir-pinggir jalan.

Itu karena sistem penataan kabel di kota-kota itu sudah sangat bagus. Kebanyakan ditanam di dalam tanah. Singapura adalah negara kedua di Asia setelah Jepang yang membangun terowongan khusus infrastruktur terpadu atau common service tunnel. Terowongan ini berfungsi untuk menyatukan berbagai keperluan utilitas pembangunan dan pengembangan kota. Jaringan yang terdapat di terowongan ini meliputi pipa listrik, telekomunikasi, air bersih, dan berbagai keperluan layanan bawah tanah lainnya.

Hebatnya lagi, selain meningkatkan keandalan pasokan layanan, terowongan itu juga memudahkan pemasangan dan pemeliharaan instalasi jaringan baru. Terowongan ini juga menyediakan layanan cadangan 100 persen untuk pengembangan pada perubahan utilitas. Artinya, jika ke depan harus ada penambahan saluran, atau penambahan kabel, maka sudah tidak perlu lagi gali menggali. Karena sudah disiapkan tempat cadangan untuk menampung. Hebat kan?

Kota-kota besar di Indonesia, umumnya masih punya problem yang sama soal penataan kabel. Yakni, rata-rata penataan kabelnya masih semrawut. Kabel-kabel bergelantungan di udara. Milik Telkom, milik TV kabel, milik provider, dan lain-lain, semuanya jadi satu, menggelantung dan sangat mengganggu pemandangan kota. Salah satunya yang terjadi di Kota Malang.



Koran ini pada edisi 25–26 Oktober dan 16 November menyoroti tentang semrawut-nya kabel-kabel yang terkesan dipasang sembarangan di kawasan Jalan Borobudur hingga Soekarno-Hatta. Dan yang menarik, setelah soal kabel semrawut ini ditelusuri ke beberapa pejabat atau instansi di Pemkot Malang, ternyata ada kesan mereka tidak banyak tahu. Bahkan ada yang mengatakan, soal penataan kabel itu belum ada aturannya. Jika memang betul belum ada aturannya, bisa jadi ini lantas dianggap sebagai celah. Lalu dimanfaatkan oleh pihak lain yang mengambil keuntungan dari tidak adanya aturan soal perkabelan itu. Sehingga pihak lain itu memasang kabel seenaknya sendiri. Pasang tiang. Lalu pasang kabel. Tidak ditegur? Bagaimana bisa ditegur, lha wong belum ada aturannya?

Menurut saya, sudah saatnya Pemkot Malang mulai memikirkan lebih serius lagi dan lebih komprehensif lagi soal urusan perkabelan ini. Jika memang belum ada aturannya, segeralah bikin aturannya. Ada banyak model atau contoh di kota-kota besar di negara lain. Agar tidak jauh-jauh, bisa mencontoh Singapura.

Di Indonesia, yang saya tahu, Kota Bandung dan Kota Solo yang sudah mulai serius memikirkan soal urusan perkabelan ini. Mereka punya proyek namanya: ducting utility yang terintegrasi.

Kota Bandung, sudah bersiap-siap untuk memindahkan kabel listrik dan kabel jaringan komputer (termasuk kabel fiber optic) ke bawah tanah. Jadi, rencananya, akan dibikin semacam terowongan. Mirip yang ada di Singapura. Sehingga ke depan, tidak ada lagi pemandangan kabel semrawut bergelantungan di pinggir jalan.

Selain Kota Bandung, Kota Solo juga akan membuat saluran bawah tanah (ducting). Mereka getol melobi pusat, untuk dibantu melaksanakan proyek ducting tersebut. Dari rencana yang sudah dibikin, saluran bawah tanah yang akan dibuat di Solo itu nanti akan digunakan untuk jaringan kabel listrik, Telkom, dan saluran air PDAM. Mirip yang sudah diterapkan di Singapura.

Nah, Kota Bandung dan Kota Solo  sudah mulai sadar tentang pentingnya menata kabel yang semrawut. Mereka tidak hanya mulai sadar, tapi sudah mulai action. Dan sepertinya tak lama lagi bakal bisa terealisasi.

Bagaimana dengan Kota Malang? Bagaimana menurut Anda? Apakah berlebihan jika disebut bahwa menata kota itu sama dengan menata kabel?  Jika kotanya ditata dengan baik, maka kabel-kabel juga akan ditata dengan baik. Jika kabel-kabelnya semrawut, berarti…

Salam Hope 313!!! (kritik saran: ibnuisrofam@gmail.com/IG: kum_jp)