Mengawal Daya Beli

Keputusan tersebut tentu melegakan di tengah lesunya daya beli masyarakat yang sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat yang sudah terimpit pengeluaran rutin bulanan listrik dan BBM pun bisa mengalokasikan dananya untuk kebutuhan lain. Setidaknya untuk mengantisipasi bila kenaikan pendapatan pada tahun depan tidak signifikan.

Meski bagi masyarakat cukup melegakan, keputusan tersebut bagi PLN dan Pertamina tentu kurang menggembirakan. Sebab, itu berarti dua perusahaan energi pelat merah tersebut harus melakukan efisiensi untuk menutup potensi penerimaan dari kenaikan tarif listrik dan harga BBM. Dalam penjelasannya, PLN akan melakukan efisiensi di semua lini operasi. Mulai efisiensi pemeliharaan; penggunaan bahan bakar utama, yaitu BBM dan batu bara; hingga pemilihan kualitas bahan bakar. Pertamina juga akan mengubah model bisnis.

Tentu hal tersebut harus menjadi perhatian pemerintah lantaran posisi dua BUMN itu strategis. Jangan sampai kebijakan di satu sisi malah merugikan. Bisa jadi, dalam jangka panjang, operasional dan kondisi keuangan bakal terganggu. Pada tahap berikutnya, pasti berpengaruh pada APBN lantaran BUMN cukup signifikan menyumbang penerimaan pajak dan dividen.

Karena itu, diperlukan win-win solution bagaimana caranya tidak menaikkan tarif dan harga, tapi di sisi lain tetap menjaga kinerja BUMN. Dengan meracik kebijakan yang pas, beban masyarakat akan berkurang dan korporasi tetap diuntungkan.




(*)