Mental Gratisan – DI’s Way

Bukan pempek kali ini yang bikin Palembang terkenal. Tetapi, oknum pejabat di sana yang membuat kota tersebut hari ini (24/8) viral.

 

Ulah oknum pejabat di kota itu menjadi buah bibir di dunia maya. Berawal dari postingan di akun instagram @musievent.

 



Akun Instagram itu memuat foto serta sepenggal catatan konser Westlife di Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu (18/8).

 

Cerita @musievent itu diberitakan portal berita detik.com. Kemudian, pemberitaan berjudul ”Cerita Miris di Balik Konser Weslife Palembang: Pejabat Minta Tiket Gratis” itu diposting akun Instagram @Lambe_Turah. Sehingga menjadi viral di dunia maya.

 

Dalam berita itu dijelaskan, sejumlah penonton, yang di antaranya pejabat di kota itu tidak mau bayar tiket alias gratisan.

 

Baru lima jam di-posting akun Instagram @Lambe_Turah, ribuan netizen mengecam perbuatan tersebut. Hingga Sabtu (24/8) pukul 12.58 WIB, postingan itu sudah disukai 91.152 kali dengan 2.751 komentar.   

 

Seperti dikatakan @varishavitra. ”Status doang dong pejabat, aslinya mah pengemis,” tulisnya.

 

Komentar senada juga disampaikan @nescanomera. “Sebut aja biar malu skalian. Ampun deh hr gini msh gratisan aja,” sesalnya.

 

Kecaman juga datang dari @riska0403iriany. ”Udh dpt gaji besar dan fasilitas ehhhh jiwa miskin nya ttp ada ternyatahhh ,woiiii gak malu sm jabatan …” kecamnya.

 

Mental gratisan sepertinya memang sudah menyebar ke banyak orang di negara ini. Mulai dari teman, kerabat, bahkan pejabat tertular virus ini.

 

Saya yakin, masih banyak oknum pejabat lainnya di negara ini yang bermental seperti itu. Yang selalu mengandalkan kekuasaannya untuk mendapatkan sesuatu dengan serba gratis.

 

Mereka tidak sadar, perbuatan itu dicontoh masyarakat. Bahkan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Hingga ketika mendengar sesuatu yang gratis membuat sikap berubah. Kadang kehilangan akal sehat. Bahkan tak jarang menjadi beringas memperebutkan sesuatu yang digratiskan tersebut.

 

Pastinya, mental gratisan akan berdampak tidak baik kepada kita. Bisa membuat tidak maju. Menjadi pemalas. Sering tidak menghargai jerih payah orang lain. Kita juga akan terbiasa menjadi peminta daripada pemberi. 

 

Padahal sudah ada pepatah terkenal yang mengatakan:”Tidak ada makan siang yang gratis”.(Wirahadikusumah)