Menunggu Ibu Kota Baru

Sejumlah ekonom menilai memang sudah saatnya ibu kota pindah. Jakarta dinilai sudah tak sanggup menanggung beban berat sebagai ibu kota negara. Segala masalah pun terus membelenggu Jakarta. Kemacetan, banjir, kriminalitas, dan sebagainya yang tak bakal terurai jika Jakarta masih menjadi pusat bisnis sekaligus pemerintahan. Karena itu, solusinya memang harus memisahkan keduanya.

Pemisahan pusat pemerintahan dengan pusat ekonomi dan bisnis sebenarnya bukan barang baru. Sudah banyak negara lain yang melakukannya. Sebut saja Malaysia, Amerika Serikat, Australia, atau Jerman. Masing-masing punya pusat pemerintahan dan pusat bisnis. Tak ada problem dengan pemisahan itu. Yang terjadi malah tiap-tiap kota bisa tumbuh maksimal dan menjadi stimulan bagi wilayah-wilayah di sekitarnya.

Selain itu, luar Jawa dipilih sekaligus untuk mencegah konsentrasi pembangunan yang selama ini terkesan hanya di Jawa. Nanti Jakarta hanya menjadi pusat ekonomi dan bisnis. Sedangkan pusat pemerintahan bergeser ke ibu kota baru. Lantas, kapan saat yang tepat ibu kota pindah? Tentu bukan perkara mudah memindahkan ibu kota. Apalagi ke luar Jawa. Maklum, infrastruktur di luar Jawa masih tertinggal.

Karena itu, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk membangun infrastruktur pendukung. Pemindahannya pun tak cukup sekejap. Butuh waktu panjang, bahkan kabarnya bisa sampai sepuluh tahun! Tapi, setidaknya momentum dan semangat untuk memindahkan ibu kota harus dijaga. Dengan begitu, mindset bahwa Indonesia hanya Jakarta atau Jawa mulai sirna.




(*)