MRT Jakarta Belum Stabil

JawaPos.com – Waktu yang ditunggu-tunggu warga ibu kota tiba. Hari ini (24/3) moda raya terpadu (MRT) Jakarta diresmikan. Jauh sebelum diresmikan, MRT Jakarta telah meluncurkan aplikasinya di Android. Sayang, hingga semalam, aplikasi tersebut masih kacau.

TANDA-tanda error-nya aplikasi MRT Jakarta itu terlihat di Google Play. Tidak mudah menemukan aplikasi tersebut di Google Play. Beruntung, berbekal ponsel Xiaomi Redmi 4A dengan Android 7 (Nougat), penulis berhasil mengunduh aplikasi MRT Jakarta.

Penulis sempat sulit menemukan aplikasi tersebut di Google Play. Ketika searching dengan keyword MRT Jakarta, hasilnya tidak ada. Tapi, ketika searching di browser, justru ketemu link aplikasi MRT Jakarta yang mengarah ke Google Play. Sepertinya aplikasi MRT Jakarta ini masih berada dalam tahap pengembangan.

Kesan yang didapat penulis begitu berhasil mengunduh aplikasi tersebut adalah tampilannya sangat sederhana. Kesan itu tecermin dari bagian beranda atau home. Hanya ada tiga menu yang tersedia di aplikasi MRT Jakarta. Yakni, “Ke Stasiun”, “Perjalanan”, dan ”Jelajah Stasiun”.



Selain itu, ada layanan masuk/daftar untuk jadi member. Penulis coba mendaftar, tapi berkali-kali gagal. Muncul tulisan koneksi internet bermasalah. Padahal, tidak ada masalah koneksi internet. Baik melalui jaringan 4G maupun wifi. Penulis mengakses aplikasi lain yang harus tersambung internet, juga tak ada masalah.

Menu “Ke Stasiun” berfungsi sebagai petunjuk untuk mencapai lokasi stasiun terdekat dari posisi pengguna. Selain itu, pengguna bisa memilih lokasi stasiun yang diinginkan. Apakah ingin menuju ke Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, atau lainnya.

Selanjutnya menu “Perjalanan”. Menu ini berisi peta MRT Jakarta. Peta yang dimunculkan tidak sekadar dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Hotel Indonesia (HI) atau fase 1, tetapi juga ada gambar peta stasiun MRT Jakarta untuk fase 2. Yakni, mulai Stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, hingga Kampung Bandan.

Sementara itu, menu “Jelajah Stasiun” belum bisa diketahui fungsinya. Sebab, setelah dicoba berkali-kali, belum muncul keterangan stasiun yang ingin dijelajahi. Aplikasi MRT Jakarta yang sebenarnya tersedia di Google Play sejak 15 Agustus 2018 ini sudah diunduh lebih dari lima ribu kali. Rating yang didapat 5,8 bintang.

Tanda-tanda aplikasi MRT Jakarta bermasalah juga bisa dilihat dari komentar terakhir yang muncul. Komentar terakhir yang muncul tertanggal 6 September 2018. Di menu komentar, ada beberapa pengguna yang mengeluhkan error-nya aplikasi MRT Jakarta. Beberapa pengguna mengusulkan adanya fitur pelacakan posisi kereta. Fitur ini juga sudah ada di aplikasi KRL (kereta rel listrik) Access. 

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (*/c17/gun)