Penerapan Sistem Teknologi Informasi Point of Sale Pada UMKM

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terbukti mampu menadi penggerak roda perekonomian nasional. Para pelaku usaha kerakyatan ini memiliki banyak peran, utamanya menyerap tenaga kerja lebih banyak dibanding entitas bisnis lain. Menurut Gunarti (2017) UMKM mampu menekan jumlah angka kemiskinan dan pengangguran.

Keberadaan UMKM diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008. Salah satu poin yang tercantum dalam UU tersebut adalah bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah memfasilitasi pengembangan usaha dengan cara memberikan insentif bagi UMKM mengembangkan teknologi dan kelestarian lingkungan hidup (Bab VI Pasal 20). Menurut Suyanto (2000:146), diperlukan peningkatan kemampuan teknologi dan daya kreatif inovatif untuk dapat meningkatkan daya saing UMKM.

Pentingnya keberadaan UMKM di Indonesia dibarengi dengan pesatnya teknologi. Melalui teknologi, persaingan bisnis menjadi semakin ketat sehingga mendorong pelaku usaha memaksimalkan pelayanan maupun produk yang ditawarkan kepada konsumen.

Menurut Permana (2015), saat ini pemilihan layanan pembelian barang tidak lagi menggunakan cara manual, akan tetapi dapat dilakukan secara online atau lumrah disebut e-commerce. Transaksi secara online, kini menjadi kegiatan belanja yang lumrah di kalangan masyarakat.

Layanan konsumen dengan memanfaatkan perkembangan teknologi akan memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Layanan elektronik mampu memberikan efisiensi dan efektivitas dalam pengembangan bisnis para pelaku UMKM. Sistem e-commerce dapat mengubah cara kerja lebih efisien serta menjamin mutu dan kualitas sehingga memiliki manfaat tambahan yaitu memudahkan pengolahan data.



Adanya pembaharuan yang ditawarkan kepada konsumen untuk mengefisiensikan pelaku bisnis, salah satu alternatif yang dapat digunakan yaitu sistem Point of Sale (POS).

Menurut Pamungkas & Yuliansyah (2017), POS merupakan sistem untuk melakukan transaksi yang di dalamnya terdapat penggunaan mesin kasir, namun dalam lingkup POS, sebuah mesin kasir tidak berdiri sendiri akan tetapi terdapat software penunjang dan piranti lain.

Menurut Pratiwi (2016), penggunaan POS dapat meningkatkan efisiensi kerja karena dapat mempercepat proses pemesanan oleh customer. Manfaat yang didapatkan UMKM dengan menggunakan sistem informasi Point of Sale pada bisnisnya yaitu efisiensi dan efektivitas kinerja. Pandu Kurniawan (18/432452/PEK/23718) Magister Akuntansi UGM 2018 operasional dan manajemen dapat mengajukan kredit dengan menunjukkan laporan penjualan baik harian, mingguan, maupun bulanan yang telah terekam di dalam sistem tersebut

Salah satu perusahaan yang menyediakan layanan tersebut adalah Moka yang membidik pangsa pasar UMKM di bidang food and beverages, service business, dan retail.

Moka POS menggunakan Cloud Computing berbasis Software as a Service (SaaS) yaitu salah satu layanan cloud computing dimana pelanggan dapat menggunakan perangkat lunak yang disediakan oleh provider.

Keuntungannya, pengguna tidak perlu membeli lisensi perangkat lunak lagi, cukup dengan berlangganan dan membayar sesuai dengan permintaan (Cancer dan Alim, 2016).

SaaS adalah penawaran komputasi cloud yang memberikan pengguna akses ke perangkat lunak berbasis cloud vendor. Pengguna tidak menginstal aplikasi di perangkat lokal mereka. Sebaliknya, aplikasi berada di jaringan cloud jarak jauh yang diakses melalui web atau API.

Melalui aplikasi ini, pengguna dapat menyimpan dan menganalisis data dan berkolaborasi dalam proyek, fleksibilitas dan elastisitas model SaaS adalah manfaat besar (Barabas, 2018). Fitur utama SaaS adalah menyediakan perangkat lunak dan aplikasi melalui model berlangganan, pengguna tidak perlu mengelola, menginstal atau meng-upgrade perangkat lunak karena penyedia SaaS yang akan mengelola.

Kelebihan lain, data pengguna tersimpan aman di cloud, kegagalan peralatan tidak mengakibatkan hilangnya data. Penggunaan sumber daya dapat diskalakan tergantung pada kebutuhan layanan. Pastinya, aplikasi dapat diakses dari hampir semua perangkat yang terhubung ke internet, dari mana saja di dunia.

Nilai tambah produk MOKA POS salah satunya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun. Melalui produk ini, pengguna dapat melihat laporan penjualan dari beberapa outlet sekaligus, mengetahui stok inventaris, menyediakan analisa sehingga pengguna dapat mengetahui barang apa saja yang menjadi favorit pelanggan. Pengguna juga dapat mengontrol persediaan barang serta menerima masukan dari pelanggan.

Keunggulan lain dari Moka POS yaitu ketika offline, data tetap tersimpan dan tidak menggangu operasional, internet menjadi komponen yang penting untuk mengirim laporan namun tidak krusial untuk keperluan operasional di outlet.

Keberadaan POS akan memudahkan pelaku bisnis UMKM guna mengelola bisnisnya, transaksi dan inventaris dapat tercatat tanpa harus melakukan prosedur secara manual. Moka POS menjalin kerjasama dengan tiga sistem pembayaran non tunai yaitu OVO, Dana dan T-Cash. Pembayaran non tunai tersebut menegaskan semakin efektifnya pembayaran melalui teknologi digital.

Penulis : Pandu Kurniawan, Magister Akuntansi UGM 2018