PKB dan Prioritas Lima Tahun ke Depan

TAK seperti tahun-tahun sebelumnya, politik rahmatan lilalamin yang digawangi Muhaimin Iskandar mampu mengantarkan PKB meraih 13.570.097 (9,69%) suara dan 58 kursi DPR RI, melampaui perolehan suara dan kursi PKB pada Pemilu 1999 dan mengantarkan pasangan Jokowi-Amin menjadi presiden RI 2019–2024.

Pencapaian PKB di kontestasi 2019 menjadi afirmasi bagi PKB untuk tetap menjaga kepercayaan jutaan suara masyarakat Indonesia dalam mengawal kepentingan yang berorientasi pada masyarakat secara holistik. Sekaligus menjadi titik awal perjuangan PKB untuk terus berkhidmat dan mewujudkan harapan bangsa di masa yang akan datang.

Pada 20–24 Agustus 2019 ini, PKB akan melaksanakan Muktamar PKB yang ke-20 dengan mengangkat tema PKB: Melayani Ibu Pertiwi. Pada muktamar kali ini, PKB akan fokus membahas rumusan konkret platform rahmatan lilalamin dalam bentuk langkah strategis berupa program internal dan eksternal.

PKB: Melayani Ibu Pertiwi mempunyai arti bahwa PKB akan khidmat mengemban tugas suci sampai titik darah penghabisan untuk melayani masyarakat Indonesia dengan memberikan jalan terang benderang bagi kemaslahatan umat manusia tanpa memandang latar belakang agama, suku, ras, dan golongan sebagai pengejawantahan dari inti dan roh politik rahmatan lilalamin yang akan dibumikan PKB dalam gerak dan perjuangannya.



Tiga Isu Penting

Dari berbagai program yang akan dilaksanakan PKB, setidaknya ada tiga isu penting yang dijadikan prioritas oleh PKB dalam lima tahun ke depan. Pertama, isu pendidikan. Seperti yang kita ketahui, problematika pendidikan di Indonesia ini amatlah kompleks, mulai dari adanya kesenjangan tentang hak memperoleh pendidikan yang layak, kompetensi para pengajar, hingga output dan outcome dari lembaga pendidikan serta masih banyak lagi persoalan pendidikan lainnya.

PKB tegas pada prinsip ”pendidikan untuk semua” karena PKB sangat merasakan bahwa pendidikan untuk semua belum maksimal diselenggarakan oleh negara. Oleh sebab itu, PKB ingin hadir untuk bersama-sama merumuskan suatu kebijakan pendidikan yang merata, murah, terjangkau, dan nondiskriminatif serta berkualitas. Misal, dalam konteks pesantren, PKB menjadi inisiator dalam merancang undang-undang pesantren dan madrasah diniyah. Hal ini berangkat dari kajian tentang 20% alokasi anggaran pendidikan setiap tahun, tetapi alokasi anggaran tersebut tidak menyentuh ke pesantren dan madrasah diniyah. Sehingga banyak pesantren yang kalah bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya.

Kedua, isu ekonomi. Ada beberapa hal yang menjadi target PKB dalam lima tahun ke depan dalam hal ekonomi. Lima hal itu meliputi penyelarasan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur, keberpihakan terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sektor riil, pendirian bank petani, serta akselerasi pembangunan desa. Rumusan langkah konkret PKB itu nanti bermuara pada kesejahteraan universal dan tidak ada lagi kesenjangan-kesenjangan dalam hal ekonomi. Artinya, seluruh masyarakat Indonesia mempunyai hak kehidupan yang layak di negeri sendiri.

Dan ketiga, berkaitan dengan dakwah sosial yang moderat. Sebagai parpol yang mempunyai platform rahmatan lilalamin, menjadi keniscayaan bagi PKB masuk dan ikut serta dalam pengembangan dakwah yang bersifat moderat. Ancaman radikalisme dan terorisme diperparah dengan munculnya kelompok-kelompok yang memainkan peran politik identitas yang berbasis SARA dalam Pilpres dan Pileg 2019. Bahkan, dalam kontestasi 2019 kemarin banyak penumpang gelap yang sengaja menggunakan persenjataan media sosial dalam dakwahnya untuk menyuarakan penggantian Pancasila dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi syariah dan khilafah.

Ancaman ini sangat tampak dan jelas-jelas akan merusak nilai-nilai kebinekaan yang ada di Indonesia. Karena itu, di samping isu pendidikan dan ekonomi, prioritas dakwah moderat juga menjadi concernPKB selama lima tahun ke depan.

Bersinergi Membangun Indonesia

Sebagai salah satu partai yang mengantarkan Jokowi-Amin dalam kontestasi 2019, PKB akan mengawal dan bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan visi Indonesia ke depan. Sehingga segala apa yang dicanangkan oleh pemerintah benar-benar mampu dirasakan setiap masyarakat Indonesia.

Ada beberapa poin penting yang menjadi visi prioritas pembangunan Indonesia ke depan di bawah nakhoda Jokowi-Ma’ruf Amin. Di antaranya, melanjutkan pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia, investasi, reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN yang tepat sasaran.

Lima visi Jokowi-Amin akan menjadi bagian tugas PKB, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai domain dari pembangunan nasional. Sumber daya manusia harus dipersiapkan dalam rangka menjawab tantangan zaman ke depan, terutama dalam menghadapi globalisasi.

Bukan hanya SDM, pembangunan infrastruktur juga penting dilanjutkan dan dituntaskan. Akan tetapi, tidak hanya infrastruktur jalan penghubung, infrastruktur pendidikan berupa sarana dan prasarana yang dapat menunjang pembangunan SDM juga harus diperhatikan.

Misal, sektor pendidikan pesantren sebagai salah satu lembaga yang menghasilkan SDM yang selama ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. Banyak sarana dan prasarana di pesantren yang masih jauh dari layak. Maka, sebagai partai politik yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, ke depan PKB memprioritaskan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang haknya sama dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Tidak ada lagi pesantren yang merasa tidak disentuh oleh kebijakan pemerintah.

Pada akhirnya, sebagai partai yang mempunyai platform rahmatan lilalamin, PKB selalu berusaha istiqamah dan konsisten dalam mengawal nilai-nilai juang Islam ahlusunnah waljamaah yang menjadi bagian dari gagasan pemikiran dan kebijakan langkah partai. Maka, menjadi tepat ketika simbol lebah direpresentasikan dalam langkah perjuangan PKB ke depan. Lebah merupakan penggambaran dari surah An-Nahl dalam Alquran. Artinya, kader PKB harus mempunyai nilai kebermanfaatan bagi semua orang dan mampu menjadi obat penawar untuk apa pun yang menjadi permasalahan bangsa. (*)

*) Sekjen PP Pagar Nusa, Wasekjen DPP PKB