Polri Amankan Sidang MK di Daerah

Ada dua jenis pengamanan yang disepakati dalam kesepakatan tersebut. Yakni, pengamanan sidang di gedung MK dan pengamanan sidang di daerah. Tahun ini MK memutuskan untuk mengadakan sidang via video conference di 42 universitas se-Indonesia.

”Sidangnya tetap dilaksanakan di MK. Namun, 42 kampus itu digunakan hakim panel untuk memeriksa saksi jarak jauh,” terang Hamdan di gedung MK. Dengan demikian, kata dia, jalannya sidang akan lebih efektif dan efisien. Sebab, saksi tidak perlu datang ke Jakarta.

Sementara itu, Sutarman menyambut baik MoU pengamanan tersebut. Menurut dia, kesepakatan itu bisa menjadi payung hukum untuk Polri dalam mengamankan jalannya sidang sengketa pemilu. ”Selama ini kami juga selalu mengamankan setiap sidang MK,” ungkapnya.

MoU tersebut akan membuat sistem pengamanan sidang oleh Polri lebih terarah. Polri bakal lebih mudah memperhitungkan kekuatan yang diperlukan untuk mengamankan setiap sidang. (byu/c14/dio)