Proaktif Menyikapi Permasalahan Airbag

Konsumen harus proaktif menanyakan kepada APM apakah mobilnya masuk daftar recall atau tidak. Begitu pula, APM juga harus proaktif. Jangan lagi diam-diam karena ini menyangkut keselamatan. Di AS saja, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) telah mengumumkan program recall untuk beberapa merek mobil terkait dengan masalah pada airbag.

Kasus itu terungkap pada April 2013 ketika perusahaan komponen airbag Takata Corporation mengumumkan ditemukannya kesalahan pada inflator airbag produksi mereka. Kesalahan tersebut mengakibatkan adanya potensi pecahan logam yang menyebar yang bisa mengancam keselamatan penumpang/pengendara kendaraan saat airbag pecah ketika terjadi tabrakan. Itu tentu sangat berbahaya. Pemerintah juga harus proaktif untuk mengawasi. Jangan sampai sudah kejadian, baru bereaksi.

Semua pihak harus proaktif terlibat dalam penanganan masalah airbag ini. Konsumen harus proaktif mencari informasi kepada APM atau pabrikan apakah mobil yang dimiliki masuk dalam daftar recall atau tidak. APM harus memberikan informasi kepada konsumen tentang masalah tersebut secara terbuka. Apa problem yang dihadapi dan bagaimana solusinya. Sementara itu, pemerintah perlu melakukan pengawasan dan evaluasi karena ini menyangkut nyawa pengemudi serta penumpang.

APM tidak perlu takut untuk mengungkapkan kepada publik soal program recall. Justru dengan keterbukaan kepada publik, brand awareness akan semakin meningkat. Tentu, kepedulian APM justru akan mendapat apresiasi positif dari konsumen.



APM tidak perlu khawatir penjualan mereka menurun. Dengan peduli terhadap hal seperti itu, APM justru akan mendapatkan added value kepercayaan dari konsumen bahwa mereka sangat peduli pada nilai safety after sales kepada konsumen walaupun kesalahan tersebut terjadi berapa tahun lalu.

Masalah inflator yang awalnya diperkirakan hanya terjadi di AS, dalam investigasi oleh pabrikan maupun Takata, ternyata terus berkembang sehingga sudah menjadi masalah global yang harus dihadapi industri otomotif di berbagai belahan dunia.

Lalu, apa pentingnya airbag di mobil? Saat terjadi kecelakaan, kantong udara mengembang lebih cepat daripada yang Anda bayangkan. Airbag adalah suplemen restraint system dalam sistem keselamatan otomotif dan masuk dalam kategori passive restraint system, sedangkan fitur safety utamanya adalah seat belt (active restraint system).

Meski tak kasatmata alias tidak bisa dilihat, komponen itu mampu membantu meminimalkan dampak tabrakan. Pengemudi maupun penumpang akan terlindungi dari benturan kemudi, dasbor, kaca depan, serta bagian lain dari mobil.

Modul airbag dirancang untuk mengembang dengan sangat cepat, lalu dengan cepat mengempis selama benturan atau benturan dengan permukaan atau deselerasi mendadak yang cepat. Terdiri atas bantal kantong udara, tas kain fleksibel, modul inflasi, dan sensor benturan. Fungsi kantong udara adalah memberikan pengaman bagi pengemudi dan penumpang saat terjadi kecelakaan.

Sistem kerja airbag, ketika terjadi tabrakan keras, sensor mobil langsung mengirimkan sinyal supaya airbag mengembang. Airbag akan mengembang melindungi daerah vital seperti kepala, leher, dan dada. Tanpa airbag sebagai bantalan, tubuh yang hanya ditahan seatbelt berpotensi mengalami cedera pada leher dan dada.

Di Indonesia, jumlah kendaraan yang terindikasi sudah mencapai ratusan ribu unit berasal dari berbagai merek. Tercatat, yang sudah melakukan recall, antara lain, Toyota, Honda, Nissan, Mazda, dan Mitsubishi. Mobil yang teridentifikasi itu berasal dari berbagai model dan tahun pembuatan atau produksi.

Toyota, misalnya, telah mengidentifikasi adanya potensi inflator yang bermasalah pada Alphard tahun produksi 2008–2012, NAV 1 buatan 2012, Camry (2002–2004), Corolla (2001–2012), Vios (2006–2012), dan Yaris (2006–2012).
Sementara itu, model Honda yang teridentifikasi mempunyai inflator airbag bermasalah, antara lain, Accord tahun pembuatan 2004–2007, Civic (2002–20011), City (2004–2013), CR-V (2004–2012, Jazz (2009–2012), dan Stream (2002–2006).

Merek lain adalah Nissan X-Trail buatan 2000–2001, Xtrail (2003–2008), Teana (2004–2006), dan 1.8 AT (April 2002–September 2002). Kemudian, Mazda 6 tahun 2002–2005, Mitsubishi Triton dan GLS (2006–2014), serta Lancer GLX dan SEI buatan 2007–2010. Masing-masing APM dari berbagai merek tersebut telah menyiapkan sejumlah skema untuk menarik produk mereka yang teridentifikasi sekaligus menyediakan layanan gratis untuk mengganti inflator airbag. (*)


(*) Pendiri dan instruktur safety riding di Jakarta Defensive Driving Consulting)