Secret Admirer, Egoisnya Pejuang Cinta?

Secret admirer adalah cara yang paling aman dalam memuja wanita. Bersembunyi di kegelapan, diam-diam memperhatikan gerak-geriknya ketika berjalan, sekali waktu mencuri pandang dalam-dalam ke wajahnya yang memang sejuk dipandang. Tapi menjadi secret admirer harus tahu akan risiko.

Kita boleh cemburu habis-habisan, tapi kita tak bisa protes. Kita boleh menangis tatkala yang kau puja tak sedikitpun menaruh perhatian, tapi kita harus sadar bahwa memang itulah risikonya. Kita boleh patah hati ketika sang kekasih menjatuhkan pilihannya kepada seorang pria yang beruntung.

Salah sendiri karena sikap dan perasaan itu kita pendam sendiri. Secara logika Kalau memang kita tidak mau sakit seperti ini, jangan ambil resiko menjadi seorang secret admirer. Utarakan perasaanmu ke sang kekasih. Jika diterima, akan lebih baik bagimu.

Dan jika ditolak, kau bisa segera terbang ke lain hati. Tapi melakukan perjuangan itu memang butuh spirit dan komitmen sendiri, apakah kita harus siap untuk merasakan patah hati karena ditolak atau memang kita harus memegang tanggung jawab dan komitmen seandainya kita diterima.

Sebenarnya kita tahu, menjadi sosok secret admirer adalah merupakan tindakan yang egois. Sang kekasih tak pernah tahu bahwa ia menjadi tokoh yang sangat dikagumi pengagum. Ia tak pernah diberi kesempatan untuk ikut memberi perhatian, atau bahkan ikut memberikan cintanya.



Apakah secret admirer itu perasaan ? Dalam banyak hal Perasaan itu boleh dikendalikan oleh hati. Namun keseriusan dan komitmen akan dikendalikan oleh logika otak. Seperti halnya pepatah bahwa Cinta mungkin memang buta, tapi keseriusan itu tidak. Jika kita kembalikan pada sosok secret admirer dan ketika kamu memang serius dengan cintamu maka secret admirer adalah tindakan yang pengecut.

Jika kamu serius dan siap memegang komitmen, maka berilah kesempatan dia untuk tahu perasaanmu. Berilah kesempatan dia untuk juga mencintai dan memilikimu. Dan ditolak itu juga bukanlah suatu kekalahan.

Harga diri tak pernah berkurang sedikitpun karena kita telah membuktikan bahwa kita jantan dan punya tanggung jawab, Tanggung jawab terhadap perasaanmu ke dia. Jauh lebih jantan daripada perbuatan seorang pengecut yang menyembunyikan diri, tak berani bilang sayang karena takut harga dirinya jatuh. Jadi, apa yang kita tunggu.. Nyatakanlah cintamu sekarang kawan, sebelum dia diambil orang.

Penulis : Deka Adrianto U