Semoga Muncul Sosok Baru yang Kompeten

JawaPos.com – Masalah hukum yang membelit Joko Driyono harus segera disikapi PSSI. Organisasi itu harus membuktikan bahwa roda kepengurusan tetap bergulir dan persoalan tersebut tidak berpengaruh pada pembinaan ataupun program tim nasional (timnas).

Sebab, organisasi sebesar PSSI tentu punya mekanisme tersendiri untuk menangani semua masalah yang dihadapi. Siapa pun pengurus yang berhalangan tetap harus segera dicarikan pengganti.

Untuk tuntutan kongres luar biasa (KLB), nanti dulu. Itu semua bergantung para pemilik suara yang menginginkan perubahan ataupun tidak.

Kalaupun nanti berlangsung KLB, saya berharap ada sosok baru yang berani muncul. Dengan catatan, yang bersangkutan benar-benar punya kompetensi dan terhindar dari kepentingan tertentu.



Tidak seperti yang dialami para pengurus yang ada saat ini. Sebagian dari mereka juga pengurus sejumlah klub yang berkompetisi. Walaupun perlahan mereka juga meninggalkan jabatan masing-masing.

Namun, itu tak pelak membuat publik mempertanyakan posisi mereka. Sebab, sangat sarat konflik kepentingan.

Mereka yang tidak berkontribusi banyak bagi kinerja PSSI seharusnya sadar diri. Mundur dari kepengurusan. Selain itu, saya berharap mantan pemain yang punya pengalaman organisasi berani mengambil peran. Masih banyak di antara mereka yang punya potensi, tidak perlu saya sebut nama.

Yang pasti, saya yakin mereka benar-benar punya kompetensi yang dibutuhkan untuk berkecimpung di PSSI. Punya pengetahuan memadai, integritas, dan tawaran solusi untuk berbagai persoalan yang dihadapi PSSI.

PSSI juga harus memastikan bahwa berbagai masalah yang membelit pejabat terasnya tidak sampai berdampak pada perjalanan timnas di semua jenjang kelompok usia. Misalnya, persiapan menghadapi SEA Games tahun ini.

Untuk level sepak bola kita, SEA Games masih menjadi target yang sangat bergengsi. Sama dengan Piala AFF. Ingat, sejak 1991 kita tidak pernah lagi merebut emas sepak bola. Bayangkan, sejak 1991 atau 28 tahun silam!

Karena itu, PSSI harus benar-benar menjaga agar guncangan demi guncangan tak sampai mengganggu persiapan timnas menuju ajang dua tahunan tersebut. Dari dulu, ketika saya masih bermain, PSSI memang tidak pernah sepi dari masalah. Namun, dahulu semangatnya menyatukan persepsi.

Sekarang kepentingan tertentu lebih banyak muncul ketimbang sepak bolanya atau pembinaannya. Satu lagi terkait apa yang didengungkan sejumlah pihak, khususnya soal sanksi FIFA. Hal itu harus diperhatikan lebih jelas lagi. Saya kira, saat ini kasusnya berbeda. Ada kasus kriminal atau hukum yang membelit pengurus PSSI. Bukan berarti negara mengintervensi PSSI. Negara kita negara hukum. Di mata hukum, siapa pun punya posisi yang sama. 

*) Mantan Kapten Timnas

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (Disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos Nuris Andi Prastiyo/c11/ttg)