Solusinya Ngopi Bareng – DI’s Way

Dunia bulu tangkis Indonesia geger. 

 

Karena pengumuman Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum itu. Tentang pemberhentian audisi pencarian bibit unggul pemain bulu tangkis. Mulai tahun depan.

 



Informasi ini banyak dicari pemburu berita. Google Trend mencatat, lebih dari 20 ribu kali beritanya ditelusuri.

 

Pada Minggu (8/9), hastag #PBDjarumJanganPamit juga menjadi trending topic di Twitter. Sudah lebih dari  22 ribu tagar ini dituliskan.

 

Kabar pamitnya PB Djarum ini disampaikan Ketua Umum PB Djarum Kudus Yoppy Rosimin. Di website-nya pbdjarum.org. 

 

Pamitnya PB Djarum ini lantaran berpolemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Yang menilai ada unsur pengekploitasian anak. Untuk promosi merek dagang rokok Djarum.

 

Yoppy membantah itu. Ia menegaskan, PB Djarum bukanlah produk tembakau. Pihaknya hanya menjaring bintang bulu tangkis di masa depan. Lewat audisi umum beasiswa bulu tangkis.

 

”Semangat yang ada di audisi adalah sportifitas,” tegasnya yang dikutip dari laman website PB Djarum.

 

Keputusan PB Djarum itu menuai respons netizen. Banyak yang meminta keputusan itu dibatalkan. Bahkan tagar #bubarkanKPAI juga menjadi trending topic. Sudah 15,7 ribu kali dituliskan. 

 

Netizen ramai-ramai menyesalkan tindakan KPAI. Seperti dituliskan @AriestaRiico. ”Terima kasih @KPAI_official atas keputusannya telah mengubur tekad dan semangat juang anak-anak Indonesia yang ingin menjadi pemain badminton professional. Dan sudah meredupkan prestasi badminton Indonesia yang selama ini dilakukan @PBDjarum. #bubarkan KPAI,” tulisnya.

 

Senada dituliskan @yusuf_dumdum. ”50 tahun sudah PB Djarum berkontribusi untuk negeri di bidang bulu tangkis. Entah sudah berapa banyak atlet jebolan dari PB Djarum yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tapi kini PB Djarum dituduh mengekploitasi anak oleh KPAI. #BubarkanKPAI,” katanya.

 

Juga disampaikan @Denmas_trie. ”Kalo @KPAI_official mau fair, sekalian aja jangan boleh sinetron dan film yang ada pemeran anaknya. Itu juga sama dengan eksploitasi anak. Kalau mau ngawur sekalian aja ngawurnya. Jangan setengah-setengah. #bubarkanKPAI,” ujarnya.

 

Ketua KPAI Susanto membantah tudingan pihaknya menghambat pembibitan atlet bulu tangkis.  

 

Ia menyatakan lembaganya sepakat pengembangan bakat dan minat anak di bidang bulu tangkis harus terus dilakukan.

 

”Tetapi tidak boleh ada eksploitasi anak,” ujarnya seperti dikutip dari laman kpai.go.id.

 

Susanto menegaskan, PB Djarum bukan berhadapan dengan KPAI. Tapi, Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Juga PP No. 109 Tahun 2012. 

 

PP itu melarang perusahaan rokok dalam menyelenggarakan kegiatan menampilkan logo, merek, atau brand image produk tembakau.

 

Terkait polemik ini, Menpora Imam Nahrawi juga ikut berkomentar melalui Instagramnya. Ia menilai tak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia.

 

”Lagipula olahraga itu butuh dukungan sponsor. Ayo lanjutkan,” tulisnya.

 

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga ikut merespons. Lembaga ini siap menjadi penengah.

 

Dikutip dari detik.com, Ketua Umum KOI Erick Thohir ingin mempertemukan kedua lembaga. Mencari jalan tengah. Atas perbedaan yang sebenarnya ingin sama-sama membangun bangsa.

 

Menurutnya, di satu sisi KPAI ingin memberikan perlindungan kepada anak. Di sisi lain, olahraga Indonesia masih bergantung peran dunia usaha. 

 

Saya sepakat dengan KOI. Persoalan ini harus ada yang menengahi. Kemenpora sebaiknya yang memfasilitasi. 

 

Menpora Imam Nahrawi bisa mengundang PB Djarum dan KPAI ngopi bareng. Sambil berdiskusi memikirkan masa depan anak-anak dan bulu tangkis Indonesia. 

 

Jika stok kopinya masih banyak, KOI dan PBSI juga sebaiknya diundang.

 

Semoga setelah ngopi bareng, solusi untuk kepentingan bangsa dan anak Indonesia bisa didapat.

 

Selamat ngopi bareng!(wirahadikusumah)