Surat untuk Wakil Rakyatku

Yang terhormat, para wakil rakyatku…

Kami ucapkan selamat atas pelantikan Anda sebagai anggota DPRD Kota Malang, DPRD Kabupaten Malang, dan DPRD Kota Batu untuk masa jabatan 2019–2024.

Pada kesempatan ini, izinkan kami sebagai bagian dari warga Malang Raya, menyampaikan beberapa hal, menitipkan beberapa hal, kepada Anda sebagai wakil kami.

Pertama, kami berharap, Anda bisa mengambil hikmah, dari peristiwa ”tsunami korupsi” yang pernah terjadi di DPRD Kota Malang, yang menyebabkan nama Kota Malang sempat terkenal, sekaligus tercemar. Korupsi sudah mendarah daging. Korupsi sudah menjadi ”habit”.



Dan korupsi selalu melekat kuat pada jabatan, wewenang, dan kekuasaan. Sekali lagi, kami berharap, Anda bisa mengambil hikmah dari peristiwa yang tak hanya memalukan, tapi juga memprihatinkan itu.

Kedua, kami berharap, Anda sudah mempelajari, dan Anda sudah memetakan, apa saja capaian atau prestasi yang sudah berhasil dikerjakan oleh teman-teman sebelum Anda. Jika ada capaian yang baik dari teman-teman sebelum Anda, hendaknya dilanjutkan serta disempurnakan.

Dan buanglah hal-hal atau kebiasaan yang tidak baik.  Anda harus bertekad, untuk menjadi lebih baik dari teman-teman sebelum Anda.

Jadilah wakil rakyat yang cerdas. Wakil rakyat yang cerdas, adalah yang bisa membedakan, mana hal-hal yang urgen dan penting yang harus diprioritaskan, dan mana hal-hal yang harus dikesampingkan atau diabaikan.

Wakil rakyat yang cerdas, adalah yang mampu menjalankan fungsi legislasi secara komprehensif. Di dalam fungsi legislasi ada pengawasan. Ada pengamatan. Ada pendampingan. Ada analisis. Dan ada solusi alternatifnya.

Jadilah wakil rakyat yang amanah. Anda bisa duduk di kursi DPRD, itu karena akumulasi dari suara rakyat.  Rakyatlah yang memberikan amanah kepada Anda. Kata Imam Ghazali, yang paling berat di dunia ini adalah amanah.

Maka itu, jangan main-main dengan amanah. Amanah bisa membawa Anda ke tingkatan surga paling atas. Sebaliknya, amanah juga bisa membawa Anda ke tingkatan neraka yang paling bawah.

Jadilah wakil rakyat yang punya komitmen dan integritas. Komitmen dan integritas Anda yang utama adalah untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat. Kepentingan dan kemaslahatan rakyat harus di atas segala-segalanya, termasuk di atas kepentingan partai politik tempat Anda berasal.

Ketiga, Anda saat ini berada pada satu tahapan hidup, yakni: memaknai hidup. Ada tiga tahapan hidup. Pertama, menata hidup. Kedua, memaknai hidup. Dan ketiga, menyelamatkan hidup. Menurut kami, rata-rata dari Anda sudah melewati tahapan hidup yang pertama.

Maka, kini, Anda sesungguhnya memasuki tahapan hidup yang kedua, yakni memaknai hidup. Ini artinya, keberadaan Anda di gedung dewan, harus benar-benar bermakna. ”Khoirun Naas. Anfa’uhum lin Naas”. Sebaik-baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi sesama.

Keberadaan Anda di gedung DPRD, harus menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai macam persoalan dan permasalahan di Malang Raya yang kompleks ini. Jangan malah nambah-nambahi masalah.

Jika Anda sudah mampu melewati tahapan hidup ”memaknai hidup”, maka selanjutnya Anda insya Allah akan mampu menyelamatkan hidup. Goal dari tahapan menyelamatkan hidup adalah: khusnul khotimah.

Tiga poin ini saja dari kami. Walakhir, kami mohon maaf. Jika surat ini membuat Anda kurang berkenan. Tak ada niat apa pun dari sepucuk surat ini. Selain kami benar-benar berharap, para wakil rakyat di periode sekarang ini adalah figur-figur terbaik dari partai-partai  politik yang ada. Figur-figur pilihan, yang di kepalanya hanya berpikir untuk rakyat dan pembangunan Malang Raya menuju lebih baik. (kritik dan saran: ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)