Terima kasih, Saya akan mengenangnya dengan indah. 

Deka Adrianto Utomo

Kehidupan itu memang terus berjalan dan punya masa yang akan selalu menjadi bahan untuk cerita dan pengalaman. Begitu pula dengan barang-barang elektronik atau gadget yang sekarang sudah menjadi sebuah gaya hidup atau trend. Saya masih ingat dulu ketika saya tidak punya telepon hidup saya baik-baik saja, akan tetapi sejak saya punya hp hidup jadi aneh banget kalau benda itu ketinggalan.

Dan HP itu pun kini terus berubah dari yang besar sekali plus tambah antena sampai tidak ada antenanya, dan kemudian pakai kamera, lalu sekarang pakai layar sentuh. Saya jadi ingat ketika waktu kecil ingin punya mesin ketik, akan tetapi setelah itu muncul PC sehingga mengetik jadi lebih mudah, dan muncul lagi netbook, laptop, dan sekarang yang terbaru Ipad dan Tab.

Di tahun 90-an saya masih ingat dulu ada masanya paling suka surat-suratan yang menggunakan perangko, akan tetapi sejak adanya internet maka hobi surat-suratan ini menjadi mudah dengan adanya e-mail, sehingga memudahkan saya berkirim surat dengan teman-teman asing saya dengan murah dan cepat. Muncul Social media seperti friendster, Facebook, Blog, dan sekarang muncul Twitter, Instagram atau Google+ yang pasang surut.

Aku masih punya account FB, dan tentu saja masih mondar – mandir  di development teknologi informasi, walaupun juga punya account twitter atau Instagram. Menurut saya semua itu ada masanya, sesuatu itu ada asalnya dan ada pendahulunya. Teknologi itu belajar dari kelemahan dan pengembangan yang baru sehingga konsep itu akan berjalan seirama dengan dinamisnya kehidupan.

Saya ingin menikmati setiap masa-masa itu. Masa-masa dimana saya masih mengetik dengan mesin ketik, dengan PC, bahkan sekarang dengan netbook atau notebook ataupun lewat gadget. Aku masih aktif di FB walaupun memang tidak terlalu sering update status karena saya masih memerlukannya, banyak keluarga dan teman-temanku yang tempat tinggalnya jauh berada di friendlistku, aku sangat berterima kasih karena bisa kembali mempertemukanku lagi dengan teman-teman lamaku.



Walaupun dalam beberapa saat saya juga terpesona dengan konsep sosial media lainnya seperti twitter yang terlihat begitu berkilau, atau Instagram yang membuatku mulai sedikit Kepo dengan fitur-fiturnya yang aduhai. Saya harus memahami dan mengerti karena tujuan utama kita mengerti teknologi adalah untuk mengoptimalkan, mengefisiensikan dan mempercepat aktifitas agar lebih smart, selain itu ada beberapa alasan lainnya adalah bahwa saya masih punya hati dengan pengembangan menulis dan jurnalistik.

Ada sesuatu yang berbeda ketika saya tetap fokus kepada passion untuk mengembangkan, dan bertanggung jawab terhadap pemikiran sebuah konsep manajemen bisnis dalam bidang Teknologi Informasi. Menurut saya dengan menulis di blog, jurnal atau portal terasa lebih punya rasa berbagi yang mendalam. Ada perasaan keintiman, kehangatan, dan passion dalam menulis yang tidak kudapatkan hanya dengan mengupdate kata-kata pendek.

Memulai untuk menulis memang tidak mudah tapi saya yakin menulis itu memang harus ada pemicu, semua berawal dari gejolak perasaan tidak nyaman atau ketika kita berbeda pendapat, dulu waktu saya kecil memang saya masih malu-malu untuk mulai menyukai menulis di diary dan surat. Tapi sejarah memang perlu dikoreksi dan bisa membuat pelajaran untuk masa depan.

Entah sampai kapan saya menulis, saya tidak tahu. Aku hanya ingin menikmati masa-masa menulis seperti ketika saya mulai memikirkan konsep pengembangan IT dengan alur-alurnya yang harus terencana, dan suatu masa ketika itu sudah berakhir saya akan mengenangnya dengan indah.

Penulis : Deka Adrianto Utomo