Wahana Wisata Baru, Swasta, dan Good Governance

Hope 313 oleh Kurniawan Muhammad

Setidaknya ada dua destinasi baru wisata buatan di Malang Raya yang bisa dikunjungi saat musim liburan akhir tahun ini. Pertama, Jatim Park 3 di Kota Batu. Kedua, Malang Snow Paradise di kompleks Hawai Waterpark di Kota Malang.

Dua wahana baru itu punya kesamaan: Sama-sama punya semangat ingin memberikan sensasi baru yang berbeda kepada para pengunjung. Dan juga sama-sama ingin menciptakan destinasi wisata berkelas dunia seperti yang ada di negara lain.

Di Jatim Park 3, sensasi yang ingin diberikan kepada pengunjung adalah, suasana seperti berada di Film Jurassic Park. Di mana banyak terdapat dinosaurus dari berbagai macam jenis dan ukuran. Dan ukurannya raksasa. Selain itu sejumlah dinosaurus yang berada di Jatim Park 3 itu bisa bergerak-gerak dan juga bersuara, pokoknya mirip dengan dinosaurus yang ada di Film Jurassic Park.

Ada kereta yang bisa dinaiki belasan orang. Kereta itu melewati sebuah jalur khusus seperti rel, dan berjalan mengitari sebuah taman yang di kanan-kirinya terdapat aneka jenis dinosaurus yang bisa bergerak-gerak dan bersuara. Di negara lain, taman dinosaurus yang sudah ada lebih dulu, bahkan dianggap sebagai taman dinosaurus pertama di dunia ada di Changzou, China. Jika Anda belum berkesempatan ke sana, tak     ada salahnya sebagai ”pemanasannya” datanglah ke Jatim Park 3.



Spot yang menarik lainnya di Jatim Park 3 adalah adanya patung lilin seperti yang ada di Madame Tussauds.  Museum berisi aneka patung lilin menyerupai para tokoh, aktor, aktris dan atlet dunia itu sudah ada di negara-negara lain, di antaranya Thailand, Singapura, Hongkong, Jepang, dan China. Nah, jika Anda belum berkesempatan melihat patung-patung lilin seperti yang ada di Madame Tussauds, datanglah ke Jatim Park 3 untuk ”pemanasan”-nya. Untuk spot yang lainnya di Jatim Park 3, silakan searching di Google atau YouTube.

Di Malang Snow Paradise, suasana yang ingin dibangun adalah menikmati salju. Di sana, pengunjung bisa merasakan bagaimana wujud dari salju itu. Selain itu juga bisa bermain-main dengan salju. Bikin patung dari salju, dan bisa berseluncur di atas salju, seperti suasana di Eropa saat musim salju. Wahana seperti ini masih sangat jarang di Indonesia. Pihak Hawai Waterpark, pengelola Malang Snow Paradise mengklaim, bahwa wahana permainan salju miliknya adalah yang pertama di Indonesia. Mereka juga mengklaim, bahwa wahana salju di tempatnya adalah yang paling aman. Karena jika di tempat lain, ada yang menggunakan zat-zat tertentu yang setelah diteliti, ternyata kurang aman bagi tubuh.

Keberadaan wahana salju di kompleks Hawai Waterpark ini semakin melengkapi berbagai macam objek wisata di tempat itu. Mula-mula wahana air, lalu taman dinosaurus, dan sekarang Malang Snow Paradise.

Jatim Park 3, Malang Snow Paradise, lalu wahana-wahana lain yang sudah lebih dulu ada, adalah salah satu contoh dari keterlibatan swasta dalam pembangunan di daerah.  Tak bisa dipungkiri, Kota Batu bisa menjadi salah satu destinasi wisata favorit nasional, salah satunya karena keberadaan berbagai macam wisata buatan. Dan yang membangun wisata buatan itu adalah swasta, yakni kelompok Jatim Park Group. Keberadaan tempat-tempat wisata buatan di Batu, membuat perekonomian Kota Batu terkerek. Di sekitar tempat-tempat wisata itu berdiri dan berkembang titik sentra perekonomian baru. Tenaga kerja dari Kota Batu pun banyak yang terserap, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran. Secara langsung maupun tak langsung juga bisa mengurangi kemiskinan.

Di Kota Malang, bukan tanpa alasan, jika Hawai Waterpark dibikin tidak di tengah kota. Tapi dibikin di lokasi agak ke pinggiran. Dan ini manfaatnya, bisa tercipta sentra ekonomi baru di daerah di sekitar Hawai Waterpark. Jadi, titik sentra ekonomi tidak hanya berpusat di tengah kota. Tapi akan lebih baik jika menyebar, di antaranya di pinggiran.

Peran swasta dalam membangun daerah memang cukup signifikan. Pemerintahan  yang efektif (good governance), adalah pemerintahan yang mampu menggandeng dan melibatkan peran swasta dalam pembangunan di daerah.

Di Malang Raya ini, ada sejumlah persoalan yang sebenarnya butuh peran dari swasta. Misalnya soal infrastruktur jalan. Jalanan di Kota Malang, atau di jalan-jalan protokol yang menghubungkan Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, terasa semakin sempit. Itu karena jalan-jalan itu sudah semakin disesaki kendaraan bermotor. Nah, sudah selayaknya menurut saya, untuk mengatasi persoalan itu, pihak swasta dilibatkan. Terutama pihak swasta yang punya lokasi perumahan atau lokasi pabrik, atau lokasi unit usaha lain, di dekat jalan-jalan yang sumpek itu.

Di Surabaya sudah dipraktikkan. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kabarnya sudah berhasil mengajak dan menggandeng beberapa developer yang punya lokasi pembangunan properti di Surabaya Selatan untuk bersama-sama bikin underpass di bundaran Jl Mayjen Sungkono. Bundaran Jl Mayjen Sungkono adalah salah satu simpul termacet di Kota Surabaya. Jadi, underpass itu dibikin sebagai ikhtiar untuk memecah dan mengurai kemacetan.

Bagaimana di Malang Raya? Saya rasa bisa. Gandeng swasta, libatkan mereka, dan dekati mereka dengan bahasa mereka. Swasta tidak bisa didekati dengan bahasa birokrasi ansich. Apalagi birokrasi yang saklek. Dekatilah swasta dengan cara mereka. Dengan bahasa mereka. Insya Allah bisa. Bagaimana menurut Anda? Salam Hope 313!!! (Kritik dan saran: ibnuisrofam@gmail.com/IG: kum_jp)