Waspada Hadapi Siklus Satu Dekade

Siklus Satu Dekade

KETIKA Fitch Ratings menaikkan peringkat surat utang Indonesia satu tingkat di atas ambang investment grade, tentu kita patut mengapresiasi. Satu di antara tiga lembaga pemeringkat yang paling dipercaya investor global tersebut juga menyatakan bahwa utang Indonesia masih dalam posisi aman.

Namun, tidak ada salahnya bagi kita untuk tetap waspada. Apalagi, patut diingat, 2018 tepat menjadi momen satu dekade krisis. Kita tentu sangat berharap siklus sepuluh tahunan itu tidak berulang.

Kita juga belum lupa ketika Standard & Poor’s, lembaga rating yang paling pelit menaikkan peringkat, menyematkan predikat layak investasi kepada Indonesia pada 1997. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kala itu menembus 7 persen. Namun, kita tahu hasil akhirnya. Kita tetap saja tak mampu menahan terpaan badai krisis moneter Asia. Ekonomi kita limbung.

Tentu saat ini kita jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan dua atau satu dekade silam. Sejumlah regulasi sudah tertata. Perbankan kita cukup solid. Ketahanan ekonomi dijaga otoritas yang berlapis-lapis. Namun, tidak ada salahnya untuk tetap berhati-hati.



Sejumlah risiko eksternal masih bisa menghajar kita kapan pun. Belum ada yang bisa memastikan seperti apa ujung krisis keamanan di Semenanjung Korea. Kebijakan proteksionisme Amerika Serikat juga bisa mengubah perhitungan arus investasi dan perdagangan dunia.

Di sisi lain, situasi domestik juga tidak bagus-bagus amat. Pembangunan infrastruktur yang amat agresif memang membawa dampak positif. Tapi, dana yang terbatas membuat pemerintah saat ini menimbun utang yang cukup besar. Kredibilitas fiskal benar-benar dipertaruhkan.

Dengan segala risiko yang membayangi, kita berharap bisa menjalani tahun depan dengan selamat. Terlebih, kita kembali melakukan konsolidasi politik lewat pilkada serentak. Apa pun riak-riak yang terjadi, jangan sampai masyarakat dengan ekonomi rentan yang menjadi korban.

(*)