Waspadai Beasiswa Gratisan yang Mudah Diraih

JawaPos.com – Sebetulnya kalau menerima hal yang gratis atau pencapaiannya mudah, harus hati-hati. Sebab, tidak ada tawaran gratisan. Terkait ratusan mahasiswa Indonesia yang tertipu dengan iming-iming beasiswa di Taiwan, seharusnya bisa diantisipasi.

Masyarakat harus waspada kalau ada tawaran menggiurkan dan begitu mudah diraih. Mendapatkan beasiswa itu tidak mudah. Harus melalui proses seleksi. Yang perlu diperhatikan lagi, pemberi beasiswa biasanya melalui pemerintah. Jarang yang langsung ke individu. Misalnya, Australia yang memberikan beasiswa melalui kedutaannya. Kalau Taiwan, setahu saya, biasanya memberikan beasiswa melalui perusahaan.

Sebelum berangkat, harus dilihat dulu perjanjian beasiswanya seperti apa. Apakah dalam perjanjian itu disebutkan kalau akan dibiayai sekolahnya saja atau dengan penginapan dan uang saku. Kalau tidak ada kepastian mengenai perjanjian, memang harus hati-hati.

Masyarakat juga bisa berkonsultasi dengan Kementerian Ristekdikti. Perlu dilihat itu beasiswa macam apa, perguruan tinggi yang dituju itu bagus atau tidak. Semua tercatat di Kemenristekdikti. Jika tidak ada dalam catatan kementerian, pasti disarankan untuk tidak diterima.



Kasus yang di Taiwan sangat dimungkinan ada permainan pihak ketiga. Pihak Taiwan membutuhkan tenaga kerja yang murah. Kalau hal tersebut ditawarkan ke Indonesia, maka tidak ada yang tertarik. Makanya, dibuatlah seolah itu adalah beasiswa. Hal seperti itu tentu merupakan penipuan. Pihak ketiga tentu mencari untung. Keuntungan bisa didapat dari mahasiswa yang diberangkatkan atau dari pihak perusahaan.

Saya sangat berharap yang sudah di sana bisa pulang. Sayangnya, kita tidak memiliki kedutaan di Taiwan, hanya kantor dagang. Memang mereka yang pergi ke Taiwan itu betul-betul secara individu yang menanggung risikonya.

Indonesia sendiri belum miliki skema kuliah sambil kerja itu seperti apa. Namun, bisa mencontoh negara lain. Di Singapura, misalnya. Mereka yang mendapatkan beasiswa akan ada wajib kerja sekian tahun. Begitu juga di Jepang. Yang mendapatkan beasiswa di Jepang, selesai sekolah, harus bekerja di negara tersebut.

Pemerintah sebenarnya sudah sangat intensif memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ada beasiswa. Artinya, kalau mau mencari beasiswa saja, pemerintah ada. Mungkin yang menarik itu ke luar negerinya. Sebenarnya untuk ke luar negari, pemerintah juga memberikan beasiswa. 

*) Mantan Dirjen Pendidikan Tinggi, guru besar ITB

(Disarikan dari wawancara dengan Ferlynda Putri/c10/oni)